rekamanjejakhijau.com

Solusi Kuas Makanan Alami dan Halal

Hijau Holic tentunya tidak asing dengan benda yang berfungsi untuk mengoles. Sebut saja kuas, alat untuk melukis atau mengecat yang dibuat dari bulu hewan (babi, kambing, sapi, kuda dan unta) yang ditata dan diikat (dijepit) dan diberi tangkai[1] Seiring perkembangan zaman, bahan baku kuas juga semakin beragam. Bristle atau bulu kuas yang berbahan alami tidak hanya berasal dari bulu babi saja, melainkan bisa terbuat dari bulu kuda, sapi, kambing dan unta. Bahkan ada yang terbuat dari serat tumbuhan seperti ijuk (serat pohon aren) dan jenis pohon palem lainnya. Sedangkan dari bahan sintetis, terbuat dari serat karbon yaitu silikon, nylon, pvc dan lain sebagainya[2]

macam-macam bahan bulu kuas
gambar : freepik

Jenis kuas berdasar penggunaan juga cukup beragam, salah satunya kuas makanan. Hijau Holic bisa bayangkan lezatnya aneka bakaran dari ayam, ikan, sosis, jagung, aneka kue berwarna kuning keemasan dan kue lainnya yang dioles mentega lumer, kuning telur seperti pukis, nastar. Membuat saliva Hijau Holic mengalir deras bukan? Ya, makanan lezat yang disebutkan di atas menggunakan kuas sebagai alat bantu memasak.

Titik Kritis Halal

Hijau holic yang beragama Islam, tentunya memiliki perhatian lebih terhadap kehalalan makanan. Tidak hanya bahan baku makanan, cara mendapatkannya tetapi juga perlu memperhatikan alat memasaknya. Ya, alat bantu memasak berupa kuas makanan yang menjadi titik kritis halal suatu makanan.

Titik kritis halal adalah suatu temuan pada tahapan yang berlangsung selama proses produksi (makanan,minuman, farmasi, kosmetika, barang gunaan dan sebagainya) yang terdapat kemungkinan tercemar atau diduga menggunakan bahan yang tergolong haram dalam syariat agama Islam.  Ayam bakar yang semula berstatus halal dikonsumsi bisa berubah menjadi haram hanya karena kuas. Karena kuas  yang digunakan untuk mengoles bumbu, berbahan bulu babi. Sayang sekali  hanya karena kuas, status kehalalan makanan menjadi berubah.

Tentu tidak mudah menjumpai pedagang yang tahu dan paham mengenai titik kritis halal, terlebih bahan baku kuas makanan yang dipakainya. Bahkan ada yang tidak mau tahu, asal saja membeli dan bisa dipakai.  Memang pemahaman titik kritis halal makanan di Indonesia masih menjadi tugas besar bersama, baik dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Majelis Ulama Indonesia (MUI), alim ulama,  influencer produk halal dan umat muslim lainnya.

Solusi Kuas Makanan Alami dan Halal

Namun, Hijau Holic sebenarnya bisa loh mengatasi keresahan titik kritis halal yang berasal dari kuas makanan ini. Nenek moyang kita sudah memberikan solusi secara turun menurun, hanya saja tergerus teknologi yang menawarkan kemudahan dan iming-iming praktis serta lebih modern. Lambat laun, kuas tradisional khas Indonesia dianggap kuno, ditinggalkan lalu dilupakan.

Kuas tradisional khas Indonesia ini tidak jauh dari bahan alami yang melimpah di lingkungan sekitar tempat tinggal Hijau Holic, terlebih buat kalian yang tinggal di pedesaan atau daerah tidak padat penduduk. Menggiurkan bukan solusi kuas alami dan halal ini? Hijau Holic yang dahulu masa kecilnya suka bermain masak-masakan pastinya sudah tidak asing dengan kuas satu ini. Kuas yang terbuat dari pohon pisang.

Pohon pisang memang tidak bisa terlepas jauh dari keseharian masyarakat Indonesia mulai dari Sabang hingga Merauke. Karena pohon pisang memang tumbuh subur di daerah tropis seperti Indonesia, sehingga menjadikan pohon pisang memiliki banyak manfaat. Selain buahnya yang kaya gizi,  daun pisang memegang peranan penting dalam dunia kuliner Indonesia, sebagai pendukung dekorasi penyajian makanan, pembungkus makanan, alas masakan dan lain sebagainya. Bahkan pelepah daun pisang juga tidak kalah berguna loh, sebagai solusi kuas alami dan halal.
Hijau holic dari mana pun kalian berada, bahkan yang masa kanan-kanak tidak mengalami era bermain masak-masakan dengan memanfaatkan tumbuhan di sekitar. Jangan berkecil hati, Hijau Holic bisa dengan mudah membuat kuas dari pelepah daun pisang. Ikuti cara berikut :

Membuat Kuas Makanan Alami dan Halal dari Pelepah Daun Pisang

Alat dan Bahan:

1. Cari pohon pisang di sekitar rumah
2. Minta izin kepada pemilik jika bukan milik sendiri
3. Siapkan pisau bermata tajam

Langkah-Langkah :

1. Potong pelepah daun pisang dari batangnya

2. Bersihkan daun pisang dari tulang daun

3. Pelepah pisang yang telah bersih dari daun, potong kurang lebih sepuluh cm

atau sesuai selera

4. Iris pelepah secara vertikal menjadi beberapa helai, masing-masing sepanjang

lima cm. Irisan ini sebagai bulu kuas.

5. Tekan dan pipihkan dengan pisau, irisan pelepah tersebut (langkah no 4)

6. Kuas sudah jadi dan siap digunakan

Video Pembuatan Kuas Makanan Alami dan Halal :

Kuas tradisional dari pelepah daun pisang, tidak hanya alami dan halal juga loh Hijau Holic

Manfaat Kuas Makanan Alami dan Halal

Secara tidak langsung Hijau Holic mendapatkan manfaat dari kuas pelepah daun pisang ini antara lain :

1. Lebih Sehat

Jika dibandingkan dengan kuas berbahan sintesis yang umumnya digunakan masyarakat, tentunya kuas ini jauh lebih. Karena dibuat langsungl dari bagian tanaman tanpa melewati proses fabrikasi yang panjang. Tidak ada berbahaya yang mengancam kesehatan seperti kuas sintesis yang terbuat dari plastic jenis nylon dan silicon.
Bahan silicon dikenal food grade dalam batas ambang suhu tertentu, sedangkan Hijau Holic saat memasak tentunya sulit bukan mengontrol dan memeriksa suhu masakan secara berkala?
Dan kualitas silikon yang buruk menghasilkan perpindahan molekul silikon ke dalam makanan.

Kuas sintesis yang telah usang, memiliki potensi mencemarkan mikroplastik dalam makanan. Begitu pula pada bahan nylon yang sama-sama terbuat dari plastik. Plastik memiliki dampak bahaya bagi kesehatan tubuh terutama paparan mikroplastik dan efek samping yang dihasilkan seperti merusak keseimbangan sistem hormon, pemicu berkembangnya sel kanker, gangguan sistem saraf dan reproduksi

2. Sedikit Jejak Karbon

Karena kuas pelepah daun pisang dibuat dari pohon pisang yang tumbuh di sekitar rumah, jejak karbon yang dihasilkan jauh lebih sedikit. Bahkan bisa nol jejak karbon, berbeda halnya dengan kuas sintesis yang proses produksinya berada jauh di negara atau kota A, lalu diimpor atau dikirim ke kota B. Kemudian distribusi lagi ke kota lain hingga akhirnya ada di kota Hijau Holic tinggal. Semakin panjang alur pembuatan dari tempat bahan baku hingga sampai di tangan Hijau Holic, artinya jejak karbon yang dihasilkan semakin banyak.

3. Mendukung Gaya Hidup Minim Sampah 

Kuas makanan alami dan halal dari pelepah daun pisang yang sudah tidak terpakai, bisa dikomposkan atau ditimbun ke dalam tanah atau pot. Sehingga kembali terurai menjadi zat hara yang baik untuk pertumbuhan tanaman. Tidak ada pencemaran tanah, pencemaran air dan meracuni makhluk hidup. Berbeda sekali dengan kuas sintesis yang tidak dapat terurai selama ratusan tahun dan terburai menjadi mikroplastik di alam.

Apakah Hijau Holic mulai berpikir akan mengganti kuas sintesis ke kuas makanan alami, halal, sehat dan ramah lingkungan ini ? Pakai saja yang dahulu yang dimiliki sekarang ya Hijau Holic dan rawat sebaik mungkin. Kapan-kapan buat kuas makanan alami dan halal dari pelepah daun pisang ya. Jangan lupa kirim kue pukis buat aku 😋

Sumber :

[1] KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia)

[2] https://www.vinindo.co.id/articles/238/kenali-macam-macam-bahan-kuas-supaya-tidak-salah-pilih

[3] https://food.detik.com/info-kuliner/d-5201759/apakah-alat-masak-silikon-aman-bagi-kesehatan/2


6 komentar

Terimakasih sudah berkunjung dan meninggalkan jejak di kolom komentar. Semoga artikel ini bermanfaat.
  1. Yang kebayang cuma satu, pukis dioles blu*band hahaha. Terima kasih ilmunya mb.. Jadi makin paham soal kuas 🥰

    BalasHapus
  2. Masya Allah, dapat ilmu nih. Serius, Mbak, saya baru tahu kalau pelepah pisang bisa di buat kuas. Makasih infonya, ya, Mbak.

    BalasHapus
  3. Jadi teringat masa kecil, saat nenek dan mami buat kue dan ngolesnya pake kuas dari pelepah pisang.hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nostalgia ya, coba dipraktekkan sama anak/ponakan mbak

      Hapus