rekamanjejakhijau.com

Ibu Guru yang Melek Teknologi


muslim teacher
ilustrasi Ibu Guru Gita (sumber : freepik)

Lugita Rhohandayani,
Seorang guru sekolah menengah atas swasta di Kabupaten Jember, Jawa Timur yang kerap disapa dengan Bu Guru Gita. Sedari kanak-kanak, ia menyukai permainan role play atau bermain peran secara bergantian dengan teman-temannya. Namun, setiap undian peran profesi, ia seringkali mendapat kesempatan menjadi seorang guru dan ia menikmati peran tersebut.

Cita-cita mulia sejak kecil ini pun terbawa hingga di usia dewasa. Panggilan hati untuk terus mendidik dan berbagi ilmu semakin menggelora hingga mengantarkannya ke jenjang kuliah profesi pendidikan. Berbekal kesungguhan dan cita-cita mulianya, ia sekarang menjadi seorang guru Bahasa Indonesia sekaligus mengampu mata pelajaran Biologi. Menurutnya, hal yang membanggakan dari seorang guru itu saat anak didik berhasil menjadi orang yang pintar.

Walau mata pelajaran yang diembannya bukanlah teknologi informasi dan komunikasi (TIK), Ibu Guru Gita mengatakan bahwa di era digital dengan perkembangan yang sangat pesat, semua orang penting sekali menguasai atau setidaknya melek teknologi informasi dan komunikasi. Termasuk dirinya yang juga tidak ingin tertinggal dalam perkembangan teknologi digital, salah satunya dengan memiliki akun di media sosial. Ada banyak sekali media sosial yang dimilikinya seperti Whatsapp, Instagram, Facebok, Twitter dan Tik Tok, media sosial yang sangat digandrungi oleh khalayak saat ini. Dari sekian banyak media sosial tersebut, yang menjadi favorit Bu Gita untuk berbagi info, pengalaman, ilmu serta cerita adalah Instagram.

Saat ini, Bu Gita mulai merambah ke media sosial yang memberikan banyak ruang untuk berbagi melalui media tulisan yaitu Blog. Sebenarnya sudah lama sekitar kurang lebih dua hingga tiga tahun ke belakang, ia lebih mengenal website terlebih dahulu daripada blog. Setelah mengenal kedua media tersebut, ternyata hampir mirip namun sejatinya berbeda, ia lebih condong untuk mengenal dunia blogging.

blog ibu guru gita

Ibu Guru Yang Melek Teknologi

Berawal dari keisengan mengetik namanya di mesin pencari Google, harapannya saat itu Bu Gita akan mendapatkan hasil pencarian berupa karya atau pencapaian. Bukan senang yang didapat, justru kekecewaan yang muncul. Karena hasilnya adalah akun Facebook miliknya. Semenjak itu, Ia memiliki keinginan dikenal oleh keluarga terlebih anak-anaknya, murid, teman dan umum lewat hasil karya seperti halnya tokoh-tokoh terkenal di laman pencarian Wikipedia yang menampilkan temuan atau prestasi. Ibu Guru Gita juga bertanya kepada dirinya sendiri “Murid-murid saya berkunjung ke blog orang lain yang tidak dikenal untuk mencari materi belajar, mengapa saya tidak menyediakan akses untuk murid-murid saya sendiri dan orang lain tentunya”. Akhirnya, ia bertekad untuk mengelola suatu blog yang berisi hasil karya terbaiknya berupa bahan ajar untuk anak didiknya.

Ia memiliki keinginan dikenal oleh keluarga terlebih anak-anaknya, murid, teman dan umum lewat hasil karyanya

Lalu, Bu Gita memberanikan diri untuk menimba ilmu blogging lewat suatu pertemuan komunitas blogger di Kota Jember. Sebenarnya, ia sempat minder untuk bergabung dengan teman-teman di komunitas tersebut. Karena berasal dari desa yang terletak jauh dari pusat keramaian kota Jember dan belum mengenal blog sama sekali.

Setelah pertemuan tersebut, Bu Gita mengikuti pelatihan blogging secara jarak jauh. Tugas demi tugas berhasil dilaluinya, hingga akhirnya ia terpaksa memutuskan untuk tidak melanjutkannya karena keterbatasan gawai yang dimilikinya. Bergulirnya waktu, ia masih menyimpan mimpinya menjadi seorang blogger, hingga akhirnya seorang teman yang sudah melalang buana di dunia blogging mengajaknya ikut pelatihan blog secara daring,  Blogspedia Coaching.

Dengan antusias, ia mengisi dan mengirim form pendaftaran. Gayung pun bersambut di saat Bu Gita telah berhasil mengatasi kendalanya di pelatihan beberapa tahun lalu, ia terpilih menjadi peserta  Blogspedia Coaching angkatan ke empat. “Bahagia sekali karena mendapatkan banyak ilmu dari coach dan diskusi menarik bersama teman-teman pelatihan. Memang kelas ini tidak berbayar, namun komitmen, konsisten dan kedisiplinan kita lah alat bayarnya dan itu yang menjadikan saya terpacu untuk mengikuti materi dan tugas-tugas yang diberikan. Rasanya tidak ada kesempatan untuk bermalas-malasan, itu yang saya suka”, kata Bu Gita penuh semangat.

|Baca Juga : Cara Kelola Blog & Waktu

“Saya menjadi lebih berani menulis dan membagikan ke khalayak serta merasa percaya diri dengan apa yang saya tulis. Ini sungguh berbeda dengan Bu Guru Gita beberapa tahun yang lalu, hanya berani menulis dan menyimpannya di draft blog. Sekarang bisa membuktikan bahwa orang desa  seperti saya mampu dan bisa menulis di Blog, yang mana umumnya blogger berasal dari pusat kota”, tambahnya.

Obrolan mengenai blog dan kemajuan teknologi sekarang dengan Ibu Guru Gita memang  tidak ada habisnya hingga larut malam. Hingga akhirnya, Ibu Guru Gita memberikan oleh-oleh yang sangat penting untuk seorang blogger pemula.

Rumus Dasar Menjadi Blogger Pemula ala Bu Guru Gita

tips menjadi blogger pemula
infografis cara memulai menjadi blogger

1. Minat dan Melek Teknologi Informasi dan Komunikasi

Seorang blogger harus memiliki ketertarikan, melek dan terampil mengunakan media teknologi informasi dan komunikasi. Karena kedua hal tersebuta sangat berkesinambungan dan melengkapi satu sama lain. Seberapa banyak karya yang ditulis, namun tidak dipublikasikan melalui bantuan teknologi, karya-karya tersebut hanya akan menjadi tumpukan yang bahkan tidak dikenal sedikit pun.

2.    Kritis dan Imajinatif

Dengan memiliki daya pikir yang kritis, sehingga bisa menangkap ide tulisan dan imajinatif agar bisa melakukan aksi menjadi seorang blogger yang sesuai kapasitas dan kemampuan terbaiknya.

3.    Tidak Selalu Cuan

Mendapatkan cuan melalui tulisan di blog, sah dan boleh-boleh saja. Namun, kebermanfaatan dari tulisan itu yang jauh dan lebih utama.

4.    Gunakan untuk Menebar Manfaat

Apapun yang kita tulis, insyaa allah bermanfaat. Karena kita tidak tahu tulisan mana yang memberikan manfaat untuk orang lain.

Ibu Guru Gita sangat berharap bisa menyelesaikan kelas BlogspediaCoaching#4 hingga tuntas, karena ia sangat ingin blog yang dikelolanya bisa dikenal dan dijadikan sumber belajar bagi khalayak umum, terlebih untuk murid-muridnya. Sedangkan tujuan lain kedepannya, ia bisa mengelola website milik sekolah yang sudah memiliki domain bebayar tidak lagi terbengkalai sia-sia.

Terimakasih atas keluangan waktu dan kesempatannya untuk mengenal Ibu Guru yang melek teknologi, terus semangat belajar menguasai teknologi informasi dan komunikasi Ibu Guru, saya dan murid-muridmu sangat menantikan Blog Ibu Guru Gita dengan segudang ilmu lewat label-label yang engkau susun.

10 komentar

Terimakasih sudah berkunjung dan meninggalkan jejak di kolom komentar. Semoga artikel ini bermanfaat.
  1. Penjelasan mba Ulfa bikin saya makin kagum sama bu guru Gita. Spesial buat bu guru Gita, niat baiknya semoga bisa terus terlaksanya ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. aaamiin. tidak hanya mbak dwi saja yang kagum, aku juga. apalagi saat memulai obrolan lebih dalam dengannya

      Hapus
  2. Masyaaallah tabarakaullah bu guru Gita, sehat selalu bu. Terimakasih ulasannya mba ulfa

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama-sama mbak putri. semoga semangat bu guru gita bisa menular ke kita semua

      Hapus
  3. Alasan dari Bu guru Gita keren banget yaa, semoga dimudahkan niat baiknyaa..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banget mbak. Aamiin,semoga mbak gita lagi baca komentar ini ya

      Hapus
  4. MasyaAllah....bisa diaplikasikan ini rumus dasar blogger pemulanya, seperti saya ini...hehe

    BalasHapus
  5. Alhamdulillah, guru sekarang sudah banyak yang memiliki blog dan itu juga membuka cakrawala pengetahuan untuk para guru.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak,aku mikirnya pasti ide menulisnya tidak pernah abis2 ya. Entah materi pelajaran atau pengalaman unik dengan berbagai macam polah murid

      Hapus